MENUMBUHKAN TECHNOPRENEURSHIP MAHASISWA : KOLABORASI KOMPETENSI DAN APLIKASI TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

MENUMBUHKAN TECHNOPRENEURSHIP MAHASISWA : KOLABORASI KOMPETENSI DAN APLIKASI TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

Dalam peradaban manusia, dari tatanan global hingga tatanan rumah tangga, ekonomi merupakan sektor yang sangat penting dalam menunjang keberlangsungan hidup individu di dalamnya. Oleh karena itu, upaya pengembangan perekonomian, yang bertujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, selalu menjadi fokus dalam perencanaan ke depan setiap unit masyarakat dari struktur hierarki terendah hingga yang tertinggi. Secara konseptual, pengembangan perekonomian selalu berkaitan erat dengan ekonomi makro dan keberlakuan sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara. Akan tetapi, pengembangan perekonomian dalam skala nyata pada umumnya berkisar pada ekonomi mikro: sektor informal, industri kecil-menengah, koperasi, dan usaha distribusi. Sektor-sektor tersebut selalu berkorelasi dengan sebuah karakter individual dan komunitas yang secara langsung diperlukan oleh subjek pengembang usaha tersebut, entrepreneurship.

Di sisi lain, kehidupan masyarakat juga memerlukan sebuah instrumen yang dapat memudahkan setiap aktivitasnya. Rekayasa instrumen-instrumen tersebut, yang juga dipergunakan dalam mengeksplorasi sumber daya kebutuhan manusia, membutuhkan suatu pembaharuan dan fleksibilitas agar mampu mengimbangi perubahan keadaan yang begitu cepat. Oleh karena itu, penerapan sains dan pengetahuan sebagai sebuah teknologi nyata merupakan sebuah keniscayaan yang konsekuensional.

Teknologi sebagai Alat

Secara sederhana, teknologi merupakan aplikasi langsung dari ilmu pengetahuan yang kita miliki. Tujuan perekayasaan teknologi ini adalah sebuah alat untuk memudahkan kerja manusia dalam memenuhi kebutuhannya.

Model teknologi

Di era modern, pengembangan teknologi akan sangat berpengaruh terhadap daya saing suatu negara dalam kompetisi global. Inovasi teknologi yang kontinu dan tepat guna membutuhkan sebuah penguasaan kompetensi serta otoritas ilmiah dalam implementasi teknologi tersebut. Untuk itulah, diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni sebagai ahli-praktisi dalam masing-masing bidang keilmuan dan aplikasinya. Di sinilah peran universitas dan institusi pendidikan tingkat tinggi.

Universitas dan/atau instusi pendidikan lain memiliki peran dalam menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kepahaman ilmiah dan penguasaan teknis dalam rekayasa teknologi tersebut. Proses pembentukan kompetensi ini harus ditempuh melalui proses pendidikan yang paripurna. Pihak universitas yang bertanggung jawab dalam tatanan kurikuler harus dapat meramu sebuah hidangan kurikulum pendidikan yang lezat dan bergizi. Disamping itu, organisasi kemahasiswaan yang bergerak pada zona co-kurikuler dan ekstrakurikuler juga perlu memberikan dukungan pengembangan untuk  dapat menghasilkan profil mahasiswa yang memiliki kapabilitas yang tinggi (high-capable) dalam bidangnya masing-masing.

Enterpreneurship sebagai Kebutuhan

Kewirausahaan, dalam konteks apapun, selalu berdampingan erat dengan karakter entrepreneurship. Pengembangan usaha yang mandiri membutuhkan jiwa dan semangat entrepreneurship yang juga mumpuni. Entrepreneurship adalah sebuah karakter kombinatif yang merupakan fusi antara sikap kompetitif, visioner, kejujuran, pelayanan, pemberdayaan, pantang menyerah, dan kemandirian. Karakter ini bersatu dan menjadi kebutuhan langsung dalam proses wirausaha. Secara sederhana, entrepreneurship memiliki ciri-ciri swadaya usaha serta mengandung komponen manajemen pemasaran, produksi, dan finansial.Model EntrepreneurshipEntrepreneurship tidak hanya berkaitan dengan pengembangan unit usaha. Dalam bukunya ”Innovation and Entrepreneurship”, Peter F. Drucker menyebutkan bahwa entrepreneur bukan hanya seseorang yang membangun unit bisnis pribadi yang kecil dan baru. Menjadi pegawai korporasi pun kita tetap bisa memiliki jiwa entrepreneurial. Karena, menurut Drucker, entrepreneurship adalah the practice of consistently converting good ideas into profitable commercial ventures. Jadi, inti dari entrepreneurship adalah konsistensi usaha (consistent work), inovasi ide (innovative idea), dan hasil yang menguntungkan (profitable output).

Technopreneurship : Sebuah Kolaborasi Integral

Di era persaingan global yang sangat ketat, inovasi usaha harus diiringi dengan berbagai macam rekayasa teknologi agar dapat melipatgandakan performa dari usaha tersebut. Pemanfaatan teknologi mutakhir tepat guna dalam pengembangan usaha yang berdasarkan pada jiwa entrepreneur yang mapan akan dapat mengoptimalkan proses sekaligus hasil dari unit usaha yang dikembangkan. Inilah yang disebut technopreneurship: sebuah kolaborasi antara penerapan teknologi sebagai instrumen serta jiwa usaha mandiri sebagai kebutuhan. Technopreneurship adalah suatu karakter integral antara kompetensi penerapan teknologi serta spirit membangun usaha. Dari sini, tumbuhlah unit usaha yang teknologis: unit usaha yang memanfaatkan teknologi aplikatif dalam proses inovasi, produksi, marketisasi, dan lain sebagainya.

Model pengembangan technopreneurship

Menanamkan jiwa entrepreneurship bukan perkara yang mudah, karena ini berhubungan dengan dua hal kompleks yang perlu ditanamkan, yakni kesadaran teknologi, dan semangat entrepreneurship. Dua hal ini memiliki karakteristik yang spesifik dalam masing-masing pengembangannya. Oleh karena itu, untuk membentuk ketiga hal tersebut, penulis membaginya menjadi tiga tahapan:

1. Teknologi

Seperti yang dijelaskan di awal, teknologi memiliki kebutuhan yang erat dalam penguasaan keilmuan dan penerapannya. Proses ini diperlukan untuk mendapatkan otoritas teknologi yang diakui eksistensinya. Penyaluran keilmuan serta teknis rekayasa ini didapatkan melalui proses pendidikan di universitas. Proses pendidikan hingga memiliki kompetensi yang mumpuni inilah yang disebut authorization. Setelah memiliki kompetensi yang memadai, ilmu dan berbagai macam teori harus bisa dimanfaatkan, baik secara luas maupun sempit. Pemanfaatan ini tidak harus menghasilkan produk nyata, namun dapat berupa konsep dan ide pengembangan dari teori tersebut. Proses ini disebut utilization.

Berdasarkan sifatnya yang aplikatif, untuk dapat menjadi teknologi, ilmu-ilmu yang dipelajari harus dapat diimplementasikan. Implementasi ini berupa karya nyata yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam usaha keseharian manusia. Proses rekayasa teknologi menjadi produk yang bisa dimanfaatkan secara langsung merupakan tujuan akhir dari pengaplikasian sains dan keilmuan. Tahap ini disebut implementation. Lalu, teknologi yang telah dihasilkan harus dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan yang ada, agar tepat guna dan bermanfaat secara luas sekaligus spesifik. Proses ini disebut collaboration.

2. Entrepreneurship

Untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship diperlukan beberapa tahapan, antara lain internalization, paradigm alteration, spirit initiation, dan competition. Internalization adalah tahapan penanaman jiwa entrepreneurship melalui konstruksi pengetahuan tentang jiwa entrepreneurial serta medan dalam usaha. Tahap ini berkutat pada teori tentang kewirausahaan dan pengenalan tentang urgensinya. Setelah itu, paradigm alteration, yang berarti perubahan paradigma umum. Pola pikir pragmatis dan instan harus diubah dengan memberikan pemahaman bahwa unit usaha riil sangat diperlukan untuk menstimulus perkembangan perekonomian negara, dan jiwa entrepreneurship berperan penting dalam membangun usaha tersebut. Di tahap ini diberikan sebuah pandangan tentang keuntungan usaha bagi individu maupun masyarakat.

Setelah pengetahuan telah terinternalisasi dan paradigma segar telah terbentuk, diperlukan sebuah inisiasi semangat untuk mengkatalisasi gerakan pembangunan unit usaha tersebut. Inisiasi ini dengan memberikan bantuan berupa modal awal yang disertai monitoring selanjutnya. Lalu, perlu digelar sebuah medan kompetisi untuk dapat mengembangkan usaha tersebut dengan baik.

3. Technopreneurship

Setelah memiliki kompetensi teknologi dan jiwa entrepreneurship, hal terakhir yang perlu dilakukan adalah mengintegrasikannya. Teknologi yang telah dimiliki kita kreasikan dan inovasikan untuk menyokong pengembangan unit usaha. Hal ini dapat dilakukan secara nyata dalam proses produksi (contoh: Microsoft), marketing (contoh: e-Bay), accounting, dan lain sebagainya. Kreativitas dan pemanfaatan teknologi dengan tepat adalah hal utama dalam mengembangkan jiwa technopreneurship.

******

Dalam konteks kementerian ekonomi kabinet KM ITB, yang perlu dilakukan dalam masing-masing tahapan adalah dengan mengoptimalkan keprofesian dalam masing-masing organisasi co-kurikuler untuk dapat memaksimalkan pendidikan teknologi, mengadakan kegiatan seminar kewirausahaan dalam proses menginternalisasi serta membangun paradigma kewirausahaan, membuat kompetisi usaha sekaligus memberikan stimulus modal dan investasi untuk mengembangkan kewirausahaan, serta mengkonstruksi prototype unit usaha yang secara langsung menerapakan prinsip technopreneurship untuk menjadi model unit-unit tersebut.

Kolaborasi dengan pihak universitas dan kelompok komunitas usaha seperti T-Club, serta pemanfaatan agenda kewirausahaan yang ada (I3M, IEC) dapat menjadi sebuah langkah awal yang strategis dalam menumbuhkan technopreneurship mahasiswa.

About these ads

103 gagasan untuk “MENUMBUHKAN TECHNOPRENEURSHIP MAHASISWA : KOLABORASI KOMPETENSI DAN APLIKASI TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

  1. ahaha, akhirnya lo nulis serius juga.
    Pertama, buat gw ini bagus banget, karena sbg mahasiswa di kampus dg romantisme pergerakan ideologis Indonesia, gagasan tentang penguasaan teknologi+entrpreneurship untuk mengembangkan unit-unit kemahasiswaan adalah sesuatu yang segar. Kedua, gw mau bertanya tentang apakah unit kemahasiswaan (karena berulang kali disinggung mahasiswa) yang menyolusikan kebutuhan-kebutuhan spesifik melalui pendekatan teknologis akan cenderung peduli dengan masalah2 masyarakat non teknologis?

  2. @Jundurrahman:

    Woh, sembarangan, perasaan tulisan gw selalu serius deh. Cuman, ini doang yang rada bener, hohoho..

    Hmm, tergantung. Kalo lo nanya keadaan aktual, gw nggak bisa ngejawab dengan tegas kalo unit2 kemahasiswaan teknolog punya kecenderungan peduli dengan masalah2 non-teknologis, karna gw belum ngelakuin observasi serius tentang itu. Yang jelas, dan yang gw tau, paradigma yang terbangun di mahasiswa teknologi adalah “Menyelesaikan segala permasalahan dengan satu solusi jitu: teknologi”. Jadi, jargonnya adalah “apapun masalahnya, teknologi solusinya”.

    Nah, yang perlu di pikirin mungkin: 1) Persepsi mereka tentang “masalah” itu, dan 2) Jangkauan solvasi masing2 teknologi.

    Artinya, apakah yang mereka identifikasi sbg masalah, apa cuma hal2 yg bisa diselesaikan dengan teknologi? Atau memang masalah2 masyarakat non-teknologis tadi? Terus, dengan teknologi yg dikuasai, masalah macem apa yang bisa dijangkau? Gimana dengan masalah2 di luar itu? Ini berkorelasi sama poin pertama tadi (baca: identifikasi masalah)

    Nah, makanya, di sini ditawarkan sebuah integrasi dari semua ahli: bahwa masalah bersama, kita selesaikan bersama. Biar mahasiswa teknolog ngeh apa aja yang jadi masalah dan apa yang bisa ditawarkan sebagai solusi, dan sebaliknya. Gitu dah.

    Huoh, rada naif yeh?

  3. Wow, rupanya gw gak pernah mendengar gagasan tentang technopreneurship sebelumnya, ternyata emang udah ada toh.
    Yah, kalo emang jargonnya adalah “menyelesaikan masalah apapun seara teknologis”, maka perkuatlah tinjauan aksiologis. Karena ksiologi gak cuma soal tujuan penerapan, tapi juga tinjauan implikasi moral dari iptek.

  4. oh..oh..gara2 buat ini geb protum kamu ampe nyusahin aku..oh..oh…
    ckckck…
    calon mentri…
    tapi jangan nyusahin temen sendiri dodol…

    eheh..kamu pernah bilang yah mau ngejelasin bisnis cabe kamu itu..sok gimana sok gimana geb???cerita sok cerita…

    tentang entrynya mah pernah aku baca di note fb,,samakan??

  5. @Jundi:

    Jiah, kebanyakan di goa lo boi, gagasan ini lagi tenar2nya, gw mah cuma mengelaborasi ke perspektif mahasiswa doang. Hm, ya. Tapi aspek moral udah kaya makin jauh kalo ngomongin teknologi. Woh.

    @Nadia:

    Jangan di sini ah ngejelasinnya, nanti aja ketemu langsung. Yang jelas, di bisnis ini kita BOS (Be Operating System). Dan implikasi ke masyarakat plus pemanfaatan iptek bisa dimasukin.

    @Arin:

    Hayu rin.

  6. hayu hayu ntar teh susah diajakin beneran da….

    serius gwa…

    kalo pas iseng gwa suka mikir (tuh gwa mah mikirnya kalo iseng doang da…)
    sebentar lagi gwa akan maen rebutan lowongan kerja,
    secara optimis, jelas sangat yakin kalo gwa dengan mudah akan mendapat pekerjaan (amin),
    tapi di sisi lain, gimana kalo gwa dapet kerja tapi harus “nunggu”
    oh… tidak…
    saia belum siap jadi pengangguran…
    masa mu minta lagi dikuliahin, kuliah mulu kapan kerjanya atuh yah?
    kerja dulu lah setaun… itung2 istirahat… ntar kuliah lagi… ke ostrali, hwahahahaha amiiiinnnn…..

    nah!
    jikalau Allah menghendaki saia untuk menunggu mendapat kerjaan yang pas buat saia, jadi saia punya business plan buat jadi entrepreneur aja gitu yah…
    seharusnya gwa berguru sama anak marketing kemaren ey…
    gila geb, mereka yah, pas mata kuliah export-import ada yang bisa dapet 4 jt per bulan, ituh masih kuliah, masih belajar di salah satu mata kuliahnya bisa sambil dapet income, dan IP yang bagus tentunya…. ckckck, iri!

    sok jadi kamu teh mau bisnis apa, gibran?
    cabe?
    hayu lah!
    terlepas dari apakah itu cabe bisa nelpon, bisa nonton, bisa masak atau apapunlah
    (rin itu mah ide kamu cabe segala bisa mah, , hwahahahaha :D )

  7. Bener serius nih? Siap mengorbankan jiwa dan raga? Gw ada 3 rencana bisnis yang tinggal eksekusi, salah satunya cabe. Jadi ya cabe itu aja, gimana?

  8. eheheh…
    jadiin weh lah bisnis teh..
    ajakin para BBB hahahaha…

    ah geb kau mah klo ketemu juga langsung masang muka minta tolong..jadi males ketemu juga…hahaha…
    sok kapan sok…
    aku berasa jadi orang bego kalo ditanya ama anak2 yang ikut seminar kemaren..
    pasti mereka nanya “emang apaan nad?”
    “emmm..emmm…tanya gibran ajah yah!!!”
    orangnya:”oohhh…” sambil memangdang sinis,,ini orang mau bisnis kaga tau apa2…
    bletak..dimana harga diri saya…

  9. jiwa dan raga?
    ini mau bisnis mau jihad?

    sok liat sini mana proposal business plannya…
    lu presentasiin lah itu sistem konseptual dan rancangan operasionalnya
    di depan kita2 inih..
    tapi iyah jangan di blog,
    ntar ide lu dicuri orang…
    ntar ga jadi lu jadi bos cabe…
    di pesbuk aja!
    (eh sama aja dulz!)

    sok hayu hayu….
    sok….

    yang bener atuh sok….gimana si bos teh?

  10. Iyalah, kita bisnis sambil jihad!

    Hm, untungnya apa? Kalo gw presentasi ke investor kan jelas, gw ngincer modal. Kalo presentasi di depan elo-elo apa keuntungan yang mungkin didapet?

  11. ih…
    kamu mah…
    ongkoh bodo tapi bo’on yah….

    geb..
    kalo presentasi di depan kita,
    kita bisa kasi penilaian,
    penilaian itu berguna untuk membuat presentasi lu lebih keren dan menarik para investor…

    kalo presentasi di depan kita,
    sapa tau ada investor lewat terus tiba2 tertarik sama kita, terus tiba2 dia mau nanam modal, hayoh sok?

    terus kalo presentasi di depan kita,
    lu membuat kita ngerti itu tentang si bisnis cabe itu,
    dan kita bisa jelasin ke orang2, sapa tau ada yang mau jadi investor sok?
    pake atuh gibran ih otak teh….
    ini siapa sih yang otaknya ketinggalan di monas? :)

  12. “—Pola pikir pragmatis dan instan harus diubah dengan memberikan pemahaman bahwa unit usaha riil sangat diperlukan untuk menstimulus perkembangan perekonomian negara, dan jiwa entrepreneurship berperan penting dalam membangun usaha tersebut—”.

    Ekonomi itu pragmatis bung, karena pragmatis kan artinya “berkelakuan”, dan dipahami sebagai “suatu sikap yang berorientasi kepada nilai guna (manfaat, fungsi”.

  13. Hm, maksudnya pragmatisme personal. Kebanyakan orang, terutama mahasiswa kampus gw, nggak mau membangun usaha karena repot, ribet, nggak pasti. Mendingan kerja di perusahaan luar negeri, gajinya banyak dan tetap. Ini yang gw maksudkan pragmatis, hanya memikirkan sesuatu yang memberikan keuntungan bagi diri sendiri. Padahal kalo ngebangun usaha kan nilai manfaatnya lebih banyak. (Ya walaupun itu pragmatis juga)

    Bagaimanakah seharusnya, duhai Konsultan Logika?

  14. @Arin:

    Lho, kalian jadi bagian dari tim atau nggak, kalo bagian dari tim, ya nanti KITA yang presentasi ke investor, kalo bukan, mungkin metode presentasi di depan kalian bisa gw pertimbangkan.. Dan ngasih pemahaman tentang bisnis cabe ini nggak bisa cuma lewat presentasi, justru lewat diskusi panjang.

  15. boz boz…
    sok aku lah yang presentasinya sok ikutan lah…
    iyah iyah, ajak ajak iyah!
    sok mau presentasi gaya apa?
    gaya cumi tenggelem, ubur2 lagi kayang, atao kodok lagi salto depan belakang?
    huuu… gwa sangat menguasai semua metode presentasi!

    bitan bitan mau ke jundi, bitan….

    JUNDI! JUNDI!
    halo jundi?

    jun jun,
    bantuin arin nge-analisis tentang ini jun:

    Manusia > SDM > Kinerja > Motivasi > Hasil
    Hasil :
    1. Kepuasan Kerja
    2. Ketidakpuasan Kerja > Keluhan Karyawan

    yang kemaren si PIO itu, prolog lu yang bikin jun?
    untung gwa baca, kalo gwa copas begitu saja, tamatlah riwayat gwa….. ckckck :D

    @gibran gibran
    mau ikutan kolaborasi juga, sok atuh analisisin itu sok…. hohohoho :)
    eh jangan geb… mending kamu mah bikinin bab 3, metodologi penelitian!

    aku mah mau ngerjain bagian TA yang paling susah,
    susah pisan ini mah, mikirnya lama bikin bagian ini teh, bagian paling serem di dalam TA….
    ucapan terima kasih, ckckckck :P

  16. bitan ada yang lupa….
    Jundi Jundi…
    itu analisisin jangan lupa, jangan disini tapi langsung di word aja, ntar imelin lagi….
    terima kasi…
    Ih… henpon kamu mah meuni rusakny in the NOT right time!
    atuh aku teh mau konsultasi tentang PIO sama siapa coba?

    @MUL
    EH MUL2 KAMU KEMANA AJAH?
    kamu teh atuh sama2 anak psikologi mboh yah bantu juga toh…..

    @ALL

    AYO AYO SEMANGAT SEMUANYAH!!!!!!!!! :) :) :)
    nonton ketika cinta bertasbih yu…..

    (ataghfirullahaladzim, arin TA arin TA!) 8)
    oia, pan arin tanggal 20 juni tuh seminarnya… ehmzzz (yah sekitar tanggal segitu lah)
    jadi doain iyah, semoga Allah menyayangi saia seperti biasanya… amiiiinnnn….

    DOAIN IH KALIAN TEH JANGAN DIEM AJA!
    BERDOA!

  17. Yah, pokoknya pragmatis artinya adalah “berkelakuan” dan dipahami sebagai kurang-lebih “sikap yang dilakukan dg berorientasi kepada nilai guna”, dan “sikap yang tidak mementingkan presisi ideologis, selama hal tsb berdampak fungsional”. Di luar pengertian yang kurang-lebih sama, ya bukan pragmatis lah. Personal, kolektif atopun tematik pun, pragmatisme ya pragmatisme dg pengertian yang tidak scr mendasar berbeda.

    Gimana kalo “pola pikir pragmatis dan instant adalah paradigma penting untuk mengoperasikan unit usaha riil yang sangat diperlukan untuk menstimulus perkembangan perekonomian negara, dan jiwa entrepreneurship berperan penting dalam membangun usaha tersebut”.

  18. Arin:

    scr kurikuler, gw masih jauh dari peminatan ke cabang2 psikologi, gw baru selesai berkutat di basis filosofis, metodologi, dan tema-tema umum dlm proses mental. Gw harus baca sumber2 dari awal bgt, kalo mau analisisnya konseptual.

  19. kalian ngomongin apa sih..

    gw gak ngerti apa beda’n pragmatis sama ideal.

    seandai’n seluruh penghuni bumi berfikir kompleks atau seluruh penghuni bimi berfikir sederhana, seperti’n bumi gak akan jadi seindah ini…
    ahhh, indah’n hidup jika saling melengkapi..
    ckckck

    udah ah, gw pindah ke komen yang ada ulet bulu’n aja….

    @arin
    amiiinnnn…..

  20. ngomongin cabe cus…..
    hayu cus ikutan cussss….

    uh…… :(
    ma pren…
    unpad sdh tdk mnerima ekstensi ternyata, fuih…..
    unpad ngaco nih!

  21. @Jundi:

    Hm, maksud gw pragmatis yang egois lah, nguntungin cuma buat pribadi. Bah, itu nanti malah disalahartikan. Ntar orang malah berpikir maunya instan tanpa proses. Kalo itu mah bisa make kalimat:

    “pola pikir manfaat dan strategis adalah paradigma penting untuk mengoperasikan unit usaha riil yang sangat diperlukan untuk menstimulus perkembangan perekonomian negara, dan jiwa entrepreneurship berperan penting dalam membangun usaha tersebut”

    Kedengerannya lebih enak.

    Mungkin pragmatis diganti egois yeh? Instan mah tetep. Kagak bagus soalnya.

  22. @jundi

    eh tapi ga jadi juga denk jun… :)
    tadi arn udah bimbingan sama dosennya,
    dan secara maksa gwa menjelaskan tentang teori baru yang gwa bikin (atau gwa ngarang ya?) tentang korelasi si motivasi, kepuasan, psikologi, sdm, dll yang ujung2nya kena keluhan…
    dan entah apakah efek dari dunia khayal gwa, atau cara gwa presentasi yang mirip copet nodong,
    akhirnya teori gwa dianggap cukup logis dan diterima….
    tapi dosen itu terlalu cerdas untuk gwa saingin, dia malah minta alat ukur untuk keluhan karyawan pada satu perusahaan…
    aje gile ngukur2 kaya begitu, pake timbangan, termometer, meteran, kaga mempan…
    gwa balik tanya sama si dosen paporit itu
    “emang ada ya pa?”
    lalu si bapanya menganalogikan seperti ini:
    “iya ada donk, sama kalo kamu ngeliat cowo ganteng, seganteng apakah cowo itu, kan ada ukurannya…”
    jiah… analogi yang aneh… “itu mah pake mata pake hati atuh pa… ga usah diukur!”
    and he said:
    “nah, itu mata dan hati alat ukurnya, kalo ga ada itu gimana kamu tau dia ganteng atau ga, alatnya udah ada, tinggal cari tau cara pakenya…”
    “HOUWAAAARRRRRGHT!!!! pusing!” :(

    tapi ngemeng2,
    thank you loh jun….

    sok kamu mau makan apa?
    dibayarin gibran,
    boz bayarin boz! :)

  23. Ouw. Ouw. Inilah kita, kita semua, manusia yang dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan sosial: kita mementingkan bagaimana orang lain memahami ‘apa yang kira-kira dimaksud’. Pilihan lainnya adalah ‘menyatakan apa yang benar-benar dimaksud melalui pernyataan yang benar-dalam-dirinya-sendiri’. Manusia emang takut disalahartikan, padahal yang salah adalah yang menafsirkan dg sekenanya karena merasa benar-benar paham. Padahal manusia bisa menyajikan, taro lah–kata-kata keramat ini–, kebenaran itu sebagai suatu benda yang minta dipahami.

    Nah, ini justru contoh sempurna utk memahami arti kata ‘pragmatis’ tadi, kita ‘pragmatis’ dalam berkomunikasi.

  24. ——-tapi dosen itu terlalu cerdas untuk gwa saingin, dia malah minta alat ukur untuk keluhan karyawan pada satu perusahaan…
    aje gile ngukur2 kaya begitu, pake timbangan, termometer, meteran, kaga mempan…
    gwa balik tanya sama si dosen paporit itu
    “emang ada ya pa?”
    lalu si bapanya menganalogikan seperti ini:
    “iya ada donk, sama kalo kamu ngeliat cowo ganteng, seganteng apakah cowo itu, kan ada ukurannya…”
    jiah… analogi yang aneh… “itu mah pake mata pake hati atuh pa… ga usah diukur!”
    and he said:
    “nah, itu mata dan hati alat ukurnya, kalo ga ada itu gimana kamu tau dia ganteng atau ga, alatnya udah ada, tinggal cari tau cara pakenya…”
    “HOUWAAAARRRRRGHT!!!! pusing!———

    Tau assessment center? Itu kan produk PIO untuk mengukur tipologi dan kompetensi seseorang, dan memakai output pengukurannya buat nentuin penempatan orang itu di perusahaan.Semua yang diukur itu kan abstrak, macem “keuletan kerja”, “motif berprestasi”, “penyesuaian diri”, tapi bisa diukur tuh. Untuk ngukur aspek-aspek abstrak itu kerjaannya Psikolog. ada metodologinya, dan gak gitu aja bs dikuasai. Alat ukur, kemampuan teknis utk ngegunainnya di keep sama kalangan psikolog, lo harus ke mereka utk bs ngukur itu. Krn itu kerjaan profesional psikologi.

  25. Waktu itu gw gak jadi ngejelasin sdkt yg gw tau tentang ontologi. Ontologi dalam filsafat ilmu memang menjadi satu syarat terbentuknya ilmu, yaitu “ada objek pembahasan” dalam ilmu itu. Karena itu, ontologi dari psikologi adalah perilaku dan proses mental dibaliknya. Terus, mempelajari hubungan antara proses penalaran manusia dalam mempersepsi hal-hal yang terkandung dalam objek pembahasan: sejauh mana nalar manusia dapat mempersepsi si objek sebagaimana dia apa adanya. Tapi, dalam metafisika, ontologi adalah “hakikat kebendaan”. Metafisika emang “filsafat terakhir” yang luar biasa abstrak.

    Gw jadi mau nyerocos tentang dua jenis komunikasi yang tiba2 gw pahami dari komen2 di sini. Yang pertama adalah komunikasi pragmatis (fungsional) dan kedua adalah komunikasi Ontologis.

    Komunikasi pragmatis adalah komunikasi dimana (meminjam istilah Jan Van Luxemburg dalam “pengantar ilmu sastra”) keadaan dimana komunikan memaparkan rangkaian kata-kata bermakna kepada interpretant secara semantik (semantik: aspek dari bahasa untuk menimbulkan “dampak pengertian” kepada interpretant). Jadi, komunikasi pragmatis adalah soal membuat interpretant mengerti apa yang kita maksud, dimana tokoh utamanya adalah metode penyampaiannya. Contoh: Lo berkomunikasi semantik kepada olip ketika berkata bahwa, “saya suka kamu”. Si olip gak harus bekerja keras utk menafsirkannya, karena sbg pemeran utama, metode penyampaian sudah sedemikian rupa menjabarkan maksudnya.

    Tapi, uahaha, komunikasi ontologis adalah, pengertian gw sendiri, “mengonversi maksud absolut dari pikiran dalam serangkaian kata yang merupakan manifestasi sempurna dari pikiran”. Dengan kata lain, sebagai manifestasi sempurna, dengan hakikat kebendaannya, dia adalah sesuatu yang ada, benar dan pasif yang harus ditafsirkan dulu. Tentu, untuk menjadi manifestasi sempurna dari pikiran, rangkaian kata-kata dlm komunikasi ontologis berhubungan dengan logika (untuk menyusunnya menjadi makna yang berkaidah), dan pemahaman tentang presisi istilah (etimologi, semantik, terminologi) untuk mewakilkan suatu maksud.

  26. Serta tentu, loyalitas yang tinggi kepada kebenaran. tapi sejauh ini gw masih percaya dengan kredo tertua gw dalam kebenaran, yaitu “menegakkan kebenaran sempurna dapat menghancurkan isi dunia, sementara menegakkan separuhnya dapat menyelamatkannya”. Untuk mengimbangi keunggulan pragmatis pada sisi “menegakkan separuh kebenaran”, gw memunculkan kredo kedua, “meskipun gitu, seluruh is dunia adalah fana, kebenaran tidak”. Gila banget deh.

    hm, liburan panjang gini, enaknya mulai bikin buku tentang pergerakan mahasiswa. bukan cuma sejarah, tapi juga analisis dampak historisnya. Dan merekomendasikan model pergerakan mahasiswa indonesia ke depan, yang lebih gak ideologis, tapi lebih keilmuan. masa cuma dari corong moral, apa solusi teknologisnya? salah satunya adl ngedatengin rama pratama sbg narasumber, dan nanyain gimana rasanya jadi tersangka korupsi eks-corong moral? Ahaha.

  27. Dan pada saat gw begitu agresif mengeritik apapun, belakangan gw sadar kalo itu terjadi karena gw lagi gak produktif. Ahaha.

  28. @Jundi:

    Yah, pembagian yang bagus, antara komunikasi pragmatis dan ontologis. Tapi, rada gimana gitu. Sekarang gini, boi: pada dasarnya komunikasi adalah penyampaian informasi tertentu, dari informan ke komunikan. Jadi, komunikasi itu dilakukan ya memang untuk menyampaikan pesan, supaya pesannya tersampaikan. Iya kan?

    Nah, komunikasi melibatkan dua kepala, informan dan komunikan tadi. Proses komunikasi adalah, memindahkan informasi di kepala informan ke kepala komunikan yang memiliki pemahaman (interpretasi) yang beda. Berdasarkan tujuan komunikasi tadi (baca: menyampaikan informasi), secara metodis, komunikasi harus selalu menyesuaikan dengan siapa komunikannya, bukan malah menyesuaikan dengan hakikat pesan yang ingin disampaikan secara saklek, kan? Makanya Rasulullah menggunakan teknik yang beda untuk mengomunikasikan hal yang sama ke jenis orang yang berbeda.

    Kalo gini, semua komunikasi ya pragmatis.

  29. Ah, ide bagus tuh, boi. Akhir-akhir ini gw emang kepikiran tentang transformasi pergerakan mahasiswa. Bahwa aksi mahasiswa jaman sekarang nggak lagi cuma demonstrasi turun ke jalanan. Bahwa saat mereka ada di laboratorium, di perpustakaan, di lapangan bola, dan di depan komputer, selama itu mengandung tujuan yang mahasiswai, maka itu bisa disebut pergerakan mahasiswa. Dan sistematika bukunya bisa kaya tadi yang lo bilang. Tapi, ide dasarnya adalah integrasi gerakan mahasiswa yang mutakhir.

    Hm, ini “Era Baru Pergerakan Mahasiswa”. Ahaha, bintang kejora!

    Tulis gih..

  30. and finally, my head is jumping!
    ckckckckck

    @jundi
    gwa nemu jun, di salah satu buku organization behavior karangannya (astaghfirrulahaladzim! gwa lupa sapa yang ngarang, warna sampul, negara mana yang nerbitin, uuurrghttt, cuma inget itu buku kalo dipake nimpuk orang bakal langsung pingsan)
    percaya ga sih, salah satu dosen penguji sidang gwa suka iseng nanya, itu dari buku apa, judul, pengarang, warna cover buku, tahun terbit, penerbit, negara asal buku… kalo kita ga bisa jawab, selebihnya dia bisa bikin kita mati gaya!

    well…
    jadi nih gwa dapet kan metode2nya,
    tapi kebanyakan yang dipake di UK sama USA, di Indonesia sama ga yah?
    alat ukurnya mah ujung2nya sama pake tabel T tabel Z tabel apalah itu, terus uji2 validitas, reabilitas, naon deuih lah.. yang artinya sama semua: musingin!

    kalo assessment center yang lu bilang itu,
    gwa baca ada kata2 itu tapi secuil, secara general aja kali yah, ga spesifik…
    yang diekspos di sub bab itu cuma pemahaman PIO sebagai salah satu penunjang management, dan tugas management staff mengaplikasikan hasil olahan PIO itu berdasarkan masing2 fungsi dari managementnya…
    hufhhhh….

    ngomong2 kenapa udah libur panjang lagi jun…
    asa ga adil dunia teh…. hwohohohoho

  31. “Proses komunikasi adalah, memindahkan informasi di kepala informan ke kepala komunikan yang memiliki pemahaman (interpretasi) yang beda. Berdasarkan tujuan komunikasi tadi (baca: menyampaikan informasi), secara metodis, komunikasi harus selalu menyesuaikan dengan siapa komunikannya, bukan malah menyesuaikan dengan hakikat pesan yang ingin disampaikan secara saklek”

    teori yang bagus..tapi kalo ga diterapin mah untuk apa geb??

    rin..
    semangat TAnya kawan..kalo udah traktir jangan lupa..
    sok klo ada yang mau dibantu bilang2..ya bilang aja ngebantuin mah ga tau..hihihi..

    all..
    pada kemana ini teh??mau ikutan jadi orang kaya ga??
    amin..

  32. Ya, kita katakan, pengertian lo adalah “benar”.

    Dalam Filsafat Ilmu, banyak kategori “kebenaran”. Ada kebenaran Koherensial. Jika kita mempostulasikan, dalam Psikoanalisa misalnya, bahwa dorongan bawah sadar manusia memang seharusnya dijelaskan secara Neurotik, maka kalo suatu hari Lo menemukan adanya dorongan lain, berasal dari bawah sadar juga, tapi tidak dapat dijelaskan secara neurotik, maka itu adalah salah sebagai “dorongan bawah sadar”, karena bertentangan dg postulat di atas. Cara mengategorikannnya adalah deduktif.

    Ada juga kebenaran korespondensi yang dinalar secara induktif. Kalo gw bilang “Lo ganteng”, maka salah kan, karena gak terbukti scr positif.

    Gimana dengan kebenaran pragmatis? Pendekatan Eklektika adalah 1 dari 5 pendekatan keilmuan sejak sblm Sokrates, yang berorientasi kepada fungsi dari suatu cara atau pernyataan. “Cara mendidik yang baik adalah yang menyeragamkan manusia” adalah benar dalam ketentaraan misalnya. Itu menjadi tidak benar dalam kelas sastra.

    Lebih luas lagi, yang kita katakan sebagai “ilmu” adalah sedikit dari sekian banyak “pengetahuan” dalam epistemologi. Masih ada “filsafat”, “agama”, “seni”, “mitos”, “wahyu”. Sehingga, ada banyak sekali alternatif “kebenaran” dalam keterbatasan manusia. 2500 taun yang lalu, salah satu pertanyaan paling awal yang melahirkan filsafat adalah, “mengapa kita mampu meyakini bahwa kita memahami sesuatu?”.

    Gw kutip,
    “—–Nah, komunikasi melibatkan dua kepala, informan dan komunikan tadi. Proses komunikasi adalah, memindahkan informasi di kepala informan ke kepala komunikan yang memiliki pemahaman (interpretasi) yang beda. Berdasarkan tujuan komunikasi tadi (baca: menyampaikan informasi), secara metodis, komunikasi harus selalu menyesuaikan dengan siapa komunikannya, bukan malah menyesuaikan dengan hakikat pesan yang ingin disampaikan secara saklek, kan?—”

    dan,

    “—Makanya Rasulullah menggunakan teknik yang beda untuk mengomunikasikan hal yang sama ke jenis orang yang berbeda—-”.

    Ya, itu benar lah. Lo kan orang “peradaban”, itulah cara pikir lo. Dan faktanya komunikasi pragmatis itulah yang semua orang lebih sering gunakan. Gw berpikir bahwa manusia punya ilmu komunikasi. Hakikat ontologisnya bukanlah “permasalahan penyampaian”, tapi tetaplah “manusia”. Ontologi manusia dalam ilkom lah yang membuatnya beda dg ontologi manusia dalam ilmu2 laen, dan itulah yang dipertanyakan. Jika hakikat manusia dalam ilkom dijunjung sedemikian tinggi, termasuk soal kapasitasnya untuk menafsirkan pesan kebenaran yang merupakan manisfestasi sempurna dari maksud, maka peradban kitabisa diisi oleh manusia2 maju, yang menafsirkan kebenaran absolut dalam komunikasi sehari2nya. Ini adalah sedikit dari dosa teknologi komunikasi. Wuahahahahaha!

  33. Semua teknolog, adalah cucu para filsuf, sebagaimana para Saintis adalah anak-anak para filsuf.

  34. Dan untuk Rasulullah (shalallahu ‘alayhi wa sallam), dia mah mana perlu metodologi. Kebenarannya dijamin. Dia tau kalo kata2nya benar seluruhnya, ya gila aja kalo wahyu dan hadits diukur secara sama. Kita, manusia2 ini, yang berkepentingan atopun gak sama kebenaran, adalah orang2 kebakaran jenggot yang menafsirkan kebenaran. menafsirkan.

  35. Arin:

    “—jadi nih gwa dapet kan metode2nya,
    tapi kebanyakan yang dipake di UK sama USA, di Indonesia sama ga yah?
    alat ukurnya mah ujung2nya sama pake tabel T tabel Z tabel apalah itu, terus uji2 validitas, reabilitas, naon deuih lah.. yang artinya sama semua: musingin!—”

    Itu dia cuma nyantumin konstruk apa alat ukur? Gw ragu alat ukur dicantumkan dalam buku yang dijual bebas, karena yang boleh makenya, kalo di Indonesia cuma yang udah lulus dan disertifikasi. Wah, kalo mau diuji validitas dan reliabilitas. Lo musti nguji penggunaan alat itu berkali2. Mending ambil data penelitian yang udah ada tentang topik yang mau lo pake. Coba tanya ke si dosen soal hak ngeguanin alat ukur psikologis.

  36. @Jundur:

    Ahahaha. Omongan lo tuh boi. Emang lo orang apa kalo bukan orang “peradaban”? Ya, gw sepakat dengan statement ontologi manusia dalam ilmu komunikasi yang gw junjung di argumen gw. Karna, yah, emang gw menyesuaikan dengan hal itu, toh ini emang mau mengomunikasikan gagasan, harus tercerna lah.

    -”Jika hakikat manusia dalam ilkom dijunjung sedemikian tinggi, termasuk soal kapasitasnya untuk menafsirkan pesan kebenaran yang merupakan manisfestasi sempurna dari maksud, maka peradaban kita bisa diisi oleh manusia2 maju, yang menafsirkan kebenaran absolut dalam komunikasi sehari2nya.”-

    Wowowowowo. Lo terkadang (sebenernya sering sih) utopis yeh. Then, tell me, how?

    Tentang Rasulullah, shalawat salam kepadanya, bukan konten yang disampaikan yang gw permasalahkan, tapi cara penyampaiannya. Dengan kebenaran wahyu itu, dia menyampaikan isinya dengan cara yang berbeda ke kaum yang berbeda kan? Karena kualitas interpretasinya juga beda. Itu sih..

    @Nadia:

    Itu kan kalo tujuan komunikasinya menyampaikan informasi. Buat saya, waktu itu saya sama sekali nggak berniat menyampaikan informasi apapun. Saya cuma mau ngasih pesan secara tersirat, dan inilah tujuannya. Tapi, ternyata justru banyak pengetahuan yang bisa saya dapet tentang karakter manusia kebanyakan, dan itu sangat memperkaya, dalam sekejap pula. Woh woh. Allah memang baik.

  37. Ah, pusing gini pala gw, boi. Dan dari hari ke hari makin kesepian. Woh.

  38. Anda orang teknologi memang orang yang mensyukuri nikmat. Semoga Allah ridha terhadap anda.

    Akan tetapi, para pemikir adalah orang-orang yang rendah hati, tawadhu’, karena mereka selalu mencari kebenaran dan mengembalikannya kepada pemahaman bahwa mereka tidaklah benar2 telah memahami hakikatnya.

    Bagaimana caranya? Ada caranya, yang paling problematik justru adalah bisakah manusia mengaplikasikannya? Pertanyaan ini mirip dengan,”mungkinkah bagi Musa a.s. membunuh Harun a.s.?”. Mungkin. Sediakan pisau, dan ajarkan cara menusuk organ2 mematikan kepadanya. Masalahnya adalah masalah motivasional, dan masalah kapabilitas. Jika Musa tidak mau, atau musa tidak punya tangan,atau kecerdasannya tak memungkinkannya memahami instruksi, maka saran prosedural seperti apapun akan sia-sia.
    Ada caranya, kebayang. Mungkin butuh halaman setebal “teori keadilan” untuk menarasikan filsafatnya. dan satu buku lagi untuk mem-break-down-nya jadi sebuah prosedur. Prinsipnya: bisa. Kenapa tidak, kenapa, kenapaa…

    Oke lah, ada sedikit contoh. Seorang yang sgt culun ingin memenangi kampanye KM 3 taun lagi. How? Setelah berkonsultasi dg gw, gw membuatnya menjadi mungkin pada level pikiran yang operasional:

    balalallalblablablablablablab…wawawawawawa….

    Ah, jadi males, tapi gw kebayang kok. Ntar gw post kalo lagi produktif. Heh-heh.

  39. Anda orang teknologi memang orang yang mensyukuri nikmat. Semoga Allah ridha terhadap anda.

    Akan tetapi, para pemikir adalah orang-orang yang rendah hati, tawadhu’, karena mereka selalu mencari kebenaran dan mengembalikannya kepada pemahaman bahwa mereka tidaklah benar2 telah memahami hakikatnya.

    Bagaimana caranya? Ada caranya, yang paling problematik justru adalah bisakah manusia mengaplikasikannya? Pertanyaan ini mirip dengan,”mungkinkah bagi Musa a.s. membunuh Harun a.s.?”. Mungkin. Sediakan pisau, dan ajarkan cara menusuk organ2 mematikan kepadanya. Masalahnya adalah masalah motivasional, dan masalah kapabilitas. Jika Musa tidak mau, atau musa tidak punya tangan,atau kecerdasannya tak memungkinkannya memahami instruksi, maka saran prosedural seperti apapun akan sia-sia.
    Ada caranya, kebayang. Mungkin butuh halaman setebal “teori keadilan” untuk menarasikan filsafatnya. dan satu buku lagi untuk mem-break-down-nya jadi sebuah prosedur. Prinsipnya: bisa. Kenapa tidak, kenapa, kenapaa…

    Oke lah, ada sedikit contoh. Seorang yang sgt culun ingin memenangi kampanye KM 3 taun lagi. How? Setelah berkonsultasi dg gw, gw membuatnya menjadi mungkin pada level pikiran yang operasional:

    balalallalblablablablablablab…wawawawawawa….

    Ah, jadi males, tapi gw kebayang kok. Ntar gw post kalo lagi produktif. Heh-heh.

  40. Arin:

    Oya rin, ada yang janggal kalo emang dosen lo nyuruh “ngukur keluhan dalam suatu perusahaan”. Dalam metodologi behavioral research (peneltian yg hubungannya sama perilaku orang), cara ngumpulin data tentang sesuatu tuh ada beberapa: obsrvasi, wawancara, kuesioner, terakhir baru yg kerenan: alat ukur psikologis. nah, kalo keluhan kan gak perlu dan (kayanya) gak bisa pake alat ukur, pake wawancara terhadap manajer personalia kan beres. Lagipula rin, konsep2 yang diukur dalam psikologi scr umum gak tau juga sih kalo dlm PIO) itu konsep deskriptif kaya “kepuasan kerja”, “tingkat penyesuiaian diri”, “motivasi berprestasi dlm posisinya”. jadi pertanyaan yg bisa diukur itu semacem “seberapa ……….kah karyawan perusahaan A”.

  41. Assalammualaikum!
    Wa’alaykumsalam!

    Punten ah mu ke Jundi!

    ada Jun alat ukurnya, yang kemaren di buku segede gajah kena bisulan itu ternyata emang pembahasan secara general dan berhubung itu bahasa inggrisnya, amit amit yah vocab-nya gwa baru nemu semua! gwa rasa ada beberapa miss yang gwa lakukan, intinya mah gwa teh salah nangkep intisari buku itu…
    hwohahahahahahaha :D

    tapi tapi…

    JRENG! JRENG! :)

    dosen arin ngasi modul yang isinya artikel2 yang dia dapet dari seluruh dunia dengan waktu lama dan pengorbanan banyak meren (sampe2 pas ngasi ke arin dia kaya yang ga rela, “rin, jaga baik2 yah rin yah, jangan sampe ilang rin….” hwokakakakak!)

    dan disitu ada beberapa model pengukuran keluhan,
    ternyata bukan cuma tentang PIO yang harus gwa ngertiin Jun,
    soalnya, grievance issue (masalah keluhan) itu merupakan invisible issue yang harus dijadikan visible issue sama si management,
    nah untuk nge-replace si grievance dari invisible ke visible itu, di management punya beberapa variable yang bisa bantu tim manajemen buat ngukur tingkat keluhan si employees-nya

    misalnya nih, ada dependent variable buat handling grievance issues dengan menggunakan regresi (soalnya pan gwa cuma ngangkat 1 variable gitu loh, jadi pakenya regresi!),
    dependent variable-nya : GRIHAN
    independent variables :
    MGTCHL (liat dari sisi manager lini bawah, tengah, atas)
    EMPTENG (semua employees)
    EMPSEXG (untuk cowo)
    SEX (untuk cewe)
    JOBTEN (lama kerja)

    nah, untuk itu, kita carilah data2 yang diperlukan yang sinkron sama variable2 itu, :P
    terus trik dapet datanya seperti lu bilang tadi jun,
    pake acara isi2 kuisioner lah, wawancara, observasi, survei, naon weh lah…. (todong aja rin, todong!)

    nah ntar, semua data yang kekumpul, direkap, dianalisis, pake tabel2 statistika menggila itu (jiah… jauh2 dari jurusan IPA, tetep aja statistika PDKT ma gwa, hwuhohoho :P)
    atau cara gampangnya mah pake program SPSS buat dapet pengolahan data secara otomatis, cepat dan (insya Allah) tepat!

    gitu loh Jun…

  42. Astagfirrulahaladzim!
    Astagfirrulahaladzim!
    Astagfirrulahaladzim!

    gwa tanpa sadar menjelaskan sesuatu yang ga gwa ngerti sebelumnya,
    dari kemaren2 gwa nyari tau apa alat ukur itu, eh tau2 pas komen tadi keluar gitu aja!
    hwokakakakakak :P

    adakah gwa berkepribadian ganda? :P

    @jundi
    sok jun apalagi jun, pertanyaan atao pernyataan lain jun?
    sapa tau ntar gwa tiba2 ngerti lagi kaya komen di atas! 8)

    Alhamdulilahhirobil’alamin!

  43. eh jundi jundi
    gwa baru nemu lagi
    behavioral analysis of grievance: conflict sources, complexity, and transformation

    tapi gwa baru ngerti abstract-nya duankz…
    do not ask me more….
    kalo mau, lu kasi pengertian itu tuh apaan,
    hwohahahahahahaha… :D

    asa seneng ini teh…. ckckckck :P

  44. @nadia
    inget ga nadia kamu teh, kalo aku wisudaan mau dateng bawa bunga sama ucapan congratulation tea, hwahahahaha
    sok lah bantuin cari pendamping wisuda,
    hwakakakakakakak :P
    masi dimana atuh kamu teh abi?

    @gibran & nadia
    sok atuh kalian teh yang akur, jangan sampe miss understanding, makanya berkomunikasi lah dengan baik dan benar, kan kalian bersahabat bagai kepompong, :)

    @all
    sekarang komen disini aga ber-otak yeee….. 8)

    AYO! AYO! SEMANGAT!

  45. arin… arin…
    gak ikutan dulu ah kalo komen’n pake otak..
    ni otak dari kemaren masih ketinggalan di parkiran kampus..

    sok, lanjutin..
    aku mah mau ngeliatin aja dulu..

  46. eh..,eh…
    gw baru sadar ilmu komputer di bawa-bawa…
    aduh, jadi malu..

    sok lah lanjutin, orang komputer mah emang kacau. dosen gw juga kacau. gw gak ngerti itu mereka ngomong pake bahasa apaan ma soulmate tercinta mereka.
    haduh.., otak gw bener2 ketinggalan..
    gw bahkan hampir lupa cara nulis pake tangan.
    ckckck

    eh..eh.., tadi teh gw mikir apa yah?!
    udah ah, ntar aja kalo otak gw udah balik..

  47. geb…
    lah emang aku ngomongin tentang itu gitu…yeh gr..aku mah yah ngomong tentang keseluruhan kamu berkomunikasi..geb..geb..jikalau anda tau banyak sekali yang mengeluh tentang anda..dan bingungnya kenapa harus ke aku coba..padahal pada akhirnya aku cuma bilang ya ntr disampein ke gebi dan akhirnya aku juga lupa nyampein..tuing2..ga alhayaat,ppn, anak2 teh pada menggerutu..dan ini sebenernya ga akan terjadi kalo cara menyampaikan informasinya bener..eh nth informasi ato penyampaiannya denk yang mereka ga suka..nthlah lama2 anak2 jadi males ngejawab keinginan anda saat itu dan hanya menggerutu..dan aku sebel..eh tapi ga selalu denk jangan salah paham juga…

    tetep aja geb..pemikiran ama perasaan itu tidak bisa disetarakan..
    contoh:kata2 kaya gini mungkin biasa untuk kamu “geb, di komen blog kamu ngomongin kaka yah??”
    tapi bagi saya itu menjijikan dan membuat enek..hiii…terlalu mesra kata2nya..hahaha…
    itulah perbedaan,itulah manusia,dan jangan coba disamakan…

    arin..
    jelaslah saya akan rukun2 saja dengan si gebi secara dia mau dapet gaji darimana musuhan sama aku..yah geb yah,,baik2 ama majikan teh…

    jundi..
    eh jundi otak kamu terbuat dari apa yah??kayanya selaput mylin dalam otak kamu sudah sangat bertumpuk dan banyak sekali,dan itu ga baik jun karena bisa mengaktifkan enzim HIF 1 dan akibatnya bisa kena kanker..intinya jangan kebanyakan mikir ah..hihihi…

    icus..
    udah cus sok santei aja cus..tarik napas..buang..tarik lagi..buang..
    udah cus..

  48. @icus
    kalem lah cus..
    sok eta kerjain project-nya cus,
    sapa tawu ntar project kamu teh jadi produk IT yang berguna bagi semua orang,,,
    tuh kaya si pesbuk tuh, pertamanya mah kan itu teh cuma project kampus…
    sok lah arin doain kamu sukses dengan projectnya yah…
    amiiinnnnnnnnnnn

    bitan, eta otak miskol dulu atuh, ntar diambil orang kamu punya otak cadangan ga?

    @nadia
    HIF 1 teh apa?
    masi sodaraan ga sama aurelia aurita? :) :) :)

    eh kamu ga boleh gitu sama jundi,
    jundi teh temen aku tawu!

    sok jundi kamu mikir lagi aja ga apa2 sok…
    tapi pikirinnya tentang manajemen keluhan aja yah… ckckckck :P

    @icus lagi
    iyah cus, 80% idup saia ada di komputer, termasuk akademik saia juga mencakup per-komputer-an, jadi terima kasih buat para ilmuan teknologi komputer yang sudah menciptakan mesin secanggih ini, saia mah tinggal make aja!
    hwahahahahah :D
    ngomong2 cus, nampilin task manager pake keyboard yang diteken tombol apa aja ya? :P

    @nadia & gibran
    sana kalian teh berdamai… hush hush!!!

  49. iya cus kerjain dulu projectmya nanti kalo udah ajarin aku cara hacking yah…hehehe…

    rin..
    seriusan aku mah da klo terlalu banyak mikir otomatis syaraf2 otak itu harus lebih banyak dilapisin ama selaput mylin,tapi perbanyakan selaput ini bisa ikut mengaktifkan enzim HIF 1, kalo ini udah aktif pembentukan saluran darah akan terjadi secara cepat dan saat ini bisa2 pertumbuhan sel2 lain juga jadi ikut cepet dan itulah kanker rin..bukan ke jundi ajalah ke semuanya juga…tapi prosesnya bertaun-taun ko rin ga hanya sehari langsung weh aktif…
    mikirlah sana ga ngelarang da..bebas..bebas..ga ngelarang..tapi jangan terlalu banyak mikir…hahaha…

    -pantesan aja kamu bodo nad- ckckck…

    jah dibilangin saya ma gibran nda kenapa2..mang kita ada apa geb??kaga ada kan..arin ni jangan kebanyakan nonton gosip deh nih saya klarifikasi disini bahwasanya saya dan gibran tetap seperti semula majikan (saya,red) dan pembantu (gibran,red)…

  50. @Jundi:

    Yah, tulis lah buku setebal John Rawls itu, gw rela jadi orang pertama yang baca. Dan kalau gw nanya “How?”, berarti menuntut jawaban yang metodis dan aplikatif ya.

    @Nadia:

    “jikalau anda tau banyak sekali yang mengeluh tentang anda”

    Oh, iya yah? Jadi ngebayangin “banyak sekali” itu kaya gimana ya?

  51. Gibran:
    Jawaban metodis mudah. Kalo pertanyaannya “gimana caranya makan gunung semeru”, jawaban metodisnya aja ada: buka mulut, makanin dikit-dikit gunungnya sampe abis. Tapi aplikatif? Hm. Manusiawi bgt jawabannya.

  52. pada on line ini teh?

    kun tadi maab yeh…
    abis bimbingan kita anak2 yang dibimbing langsung pada pusing, jadi tadi arn sama si mey langsung go go power ranger, ke rumah dia dulu, terus ke rumah arin, ngerjain te-A together2, dia ngerjain, gwa tiduran, hwahahahah

    note:
    besok ane ke rumah lu kin, mu cari suasana yang konduktif buat nranslet,
    sekalian bantuin yeee…. :)
    sekalian juga siapin makanan, hwahahahahahah :P

    eh besok ada di rumah kan?

  53. Gw terkejut dengan salah satu pertanyaan paling awal dari ikhtiar manusia untuk berfilsafat, dari prof. Fuad Hassan, “bagaimana kita bisa meyakini bahwa kita benar2 memahami apa yang kita kira kita pahami”. Selingan aja.

    Yah, yang gw maksud dg “jawaban yang manusiawi” itu kan soal aplikatif: sejauh apa saran metodis itu mampu dilakukan, jawabannya begitu manusiawi. artinya, tergantung manusianya, kaya soal motivasional sebelomnya. Gitu.

  54. laper euy,
    pagi2 buta gini ngidam mi ayam…

    eh..eh..,
    mul mau bikin blog baru! mul mau bikin blog baru!!!

    “bagaimana kita bisa meyakini bahwa kita benar2 memahami apa yang kita kira kita pahami”
    trus jawaban’n apa??

  55. @arin
    ctrl+alt+del rin, coba aja..
    kalo salah, brarti gebi yang salah..

    itu dia rin, gak ada otak cadangan’n, jadi teh kalo lagi ngelepas helem, otak’n ikut kelepas..
    tapi pas lagi make helem teh otak’n lupa gak di masukin lagi..
    ckckck

    @kinan
    KKKIIIINNNNAAAANNNN!!!!!!!
    udahan nan, jalan2′n sama mul??
    hehehe

    @nad n gebi
    sudah.., sudah…
    suami istri teh harus akur, yah?!
    ckckck

    @gebi
    santai geb, orang keren mah emang jadi banyak yang nyirikin, kaya temen2 lo tea…
    ckckck

  56. “jikalau anda tau banyak sekali yang mengeluh tentang anda”

    Oh, iya yah? Jadi ngebayangin “banyak sekali” itu kaya gimana ya?

    banyak sekali tuh ya banyak…

    rin..kan ta kamu tuh tentang management keluhan yah tuh artiin kata banyak sekali untuk orang yang mengeluh….

    icus…
    cus kata2 anda saya maklumi mengingat otak anda tertinggal..tapi..saya akan membalasnya nanti…hahahahaha….

    eheh geb…jadi cabe teh gimana asa ga jelas…

  57. @icus
    iya cus betul…
    tapi kalopun ctrl+alt+del = task manager,
    gebi tetep salah
    hwohahahahah :)

    icus nih yah arin kasi tawu,
    kalo otaknya sering nyangkut di helm,
    mending kamu potong2 itu otak, terus taro di kerudung, jadi pas pake kerudung, otaknya ada yang nyantol lah… walo pun dikit2 yang penting otaknya ada lah… sedikit! ckckckck :P

    cus lagi bikin project apa cus?

    @nad
    mengingat hubungan lu dengan gibran seperti apa,
    kayanya ga pas kalo gwa ngasi tau si gibran itu “banyak sekali” dalam konteks manajemen keluhan yang sedang gwa selami.
    soalnya kan keluhan yang gwa pelajari disini dalam konteks manajemen perkantoran, bukan manajemen rumah tangga!

    @all
    SLAM DUNK! BODOR PISAAAAANNNNNNN!!!
    HWAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAK
    ayo kita baca komik!
    baca! baca! baca! baca!
    arggghhhttt… rukawa….
    (rin, rin, besok bimbingan rin.. ckckckck, lupa!)

  58. @arin,
    rin ternyata unpad masi nerima ekstensi…
    kemaren kan gua nanya2 sama si bunda,
    “unpad udah ga nerima ekstensi”

    eh si bunda malah langsung nanya ke temennya yang jadi dosen di unpad
    trus
    masih ada cenah..
    cuman namanya aja yang diganti jadi kelas sore…
    trus yang sekarang lebih fleksible,,
    kalo misalnya kita ga bisa ikut kelas yang sore, kita bisa ikut kelas pagi alias kelas reguler…

    @ icus,
    “KKKIIIINNNNAAAANNNN!!!!!!!
    udahan nan, jalan2′n sama mul??
    hehehe”

    emang kapan aku jalan2 sama mul2?

    @ semua,,
    doain yah??

    masa kemaren pas gua bimbingan TA,,,
    si pak pembimbing dengan entengnya bilang
    “pertemuan selanjutnya kerjakan sampai bab 3 ya”
    mati lu,,
    bab 2 aja masih salah2,,,
    udah disuruh ngumpulin bab 3

    dan ternyata alesan si bapak nyuruh ngumpulin sampe bab 3…
    adalah “biar bisa ikutan seminar pertama”

    TERIMA KASIH banyak pak pembimbing…

    tambah pusing gua…

  59. ada yang lupa

    @nadia gibran
    beberapa hari yang lalu saia ketemu sama anak biologi UPI di angkot (diperjelas gitu!)
    terus pas kita ngobrol2, ga tau gimana lah lupa, dia bilang, “teh, ntar kalo te2h tw anak SITH bikin seminar atao acara tentang biologi, kasi tau y, terutama tentang techno biology”
    gitu cenah,

    yah ntar kalian kasi tau dia yah kalo ada acara2 begitu…. :) :) :)

  60. @qnant
    WAW!!!!
    si bunda baek amad yeeehh…
    gwa jadi inget pas waktu itu iseng masuk kelas lu, teriak2 (kirain ga ada dosen) eh ternyata ada si bunda, akhirnya, tanggung malu gwa tanya apaaaa gitu, terus si bunda langsung nelpon anaknya…
    ah… mau lah punya mertua kaya si bunda!
    sama ponakannya weh lah aku mah!
    eh kun, waktu itu juga gwa pernah masuk kelas ade kelas lu, mau ke siapa gitu lupa, kirain ga ada dosen, eh ga taunya ada si bunda, langsung dah gwa diajak melakukan english conversation di depan ade kelas lu, unttung waktu itu dosennya si bunda, kalo si lao se? gwa diajak ngobrol bahasa mandarin, bunuh saja aku… hwahahaha

    ekstensi?
    lah?
    katanya ga ada?
    bingung saia…. :D
    tapi sukur deenkz,

    tapi sekarang gwa sedang tertarik ke indosat pusat, atau telkomsel, atau astra, ckckckckck

    kin kin
    lu lagi di perpus kan kin?
    di situ ada anak2 ABC yah kun yah, lagi pada ngerjain TA? ada sapa aja kin?

  61. rin…ma gebi…
    emang masalah aku ama gibran apa ai kamu arin??mang masalah kita apa ya geb??gini geb..inget kata bu betty aja pas seminar,jadikan keluhan itu sebagai kunci kesuksesan, peluang, naon deuinya poho..intinya jangan peduliin seberapa banyak itu tapi peduliin itu kenapa…nih da rata2 mah anak2 teh pada ga suka kalo kamu udah mutusin sesuatu seenaknya..itu weh..

    ah sesat nih buka blog..karena seharusnya saya sedang belajar biselmol…

    eh eh eh geb klo nilai uas biselmu lebih besar saya traktir…hahaha..

    permen 1…

    nan..cus..
    do the best for getting the best!!!!ganbatte!!

  62. @Nad:

    Hm, kadang2 rada kesel juga sih. Padahal mungkin dari 10 keputusan yang saya ambil cuma 2 yang diputuskan secara sepihak, tapi respon yang ditampilkan oleh orang kebanyakan seolah2 semua keputusan didapatkan dari otoritas personal. Yah, saya gak otoriter kok. Tapi segala puji bagi Allah yang telah mengingatkan hamba-Nya yang amat dha’if dengan cara yang sangat intensif..

    Intinya sih, setiap keputusan yang diambil secara sepihak diputuskan ketika posisi kritis. Ibaratnya, saat pesawat rusak dan harus mendarat segera, si pilot kan gak akan ngambil mekanisme musyawarah atau voting dengan nanya “Yak, para penumpang yang saya cintai, kira2 pesawat ini harus dimendaratkan atau tidak ya? Yang setuju mendarat angkat tangan..”. Cas, kalo gitu ya keburu jatoh kan.

    Yah, tapi alesan yang pasti saya emang dha’if sih, hoho.

  63. @Jundi:

    SMS lo kemaren bener2 mengelaborasi banyak hal : tentang pengalaman konatif “kesepian” yang gak bisa gw jelaskan secara verbal, sampe salah satu poin tentang cinta yang lo garis bawahi, -dan yang beberapa waktu yang lalu sempat gw sampein ke oddie dengan nama “Cinta Tanpa Karakteristik” -dengan makna yang sebangun sama itu. Intinya, itu mencerahkan dalam beberapa pemikiran gak jelas gw. Dan ya, mengelaborasi. Segala puji bagi Allah.

  64. @arin
    project’n udah selesai rin..
    itu project yah, bener2 dah.., 1 kelas di suruh ngulang semua..
    hwakakakak

    parah’n lagi ada temen yang di bilang kaya gini ma dosen
    “apa fungsi’n aplikasi ini? kalian kalo bikin program itu yang bermanfaat. ini gak ada nilai’n”
    parah banget itu, aku mah sakit ati kalo di gituin..
    padahal yah mereka bikin sejenis personality test gitu..
    bener2 emang tu dosen, sembarangan…
    ckckck

    and the next project is….
    CABE BISA NGOMONG!!

    tapi itu bikin codingan’n pake bahasa apa yah??
    hmmm., ASP, JSP, JAVA, PHP, .NET ato…
    eh..eh.., tanya jundi aja, kalo gak salah pas di unibraw dia pernah mau bikin padi bisa nyanyi.. algoritma’n mah gak akan beda jauh sama cabe bisa ngomong..

    @jundi
    jun., jun., itu bikin program padi bisa nyanyi pake bahas apa jun??
    ckckck

    @gebi n nad
    eh..eh.., arin gak mau jelasin dalam konteks management keluhan, kalo gitu teh aku aja yah ngitung..
    ini nih, mumpung tadi otak’n gak ketinggalan lagi..
    banyak = lebih dari 2
    lebih dari 2 = 3
    jadi yang protes sama gebi cuma 3 orang..

    geb..geb..,
    santai geb, cuma 3 orang…

    sudah., sudah..
    kalian teh harus akur yah..

    @kinan
    siapa yah yang bilang?!
    hmm…,

    arin! arin!
    kalo gak salah teh arin yang bilang di blog’n jundi..
    ih, kinan ih….
    ternyata yah..

    santai nan, bab 3 mah gampang, minta kerjain gebi aja…
    hahaha

    di blog gebi mau bela arin ah…

  65. @gebi n jundi
    waduh, lagi pada kena VMJ??
    ckckck…

    dari ngomongin bisnis, jadi ngomongin cinta..
    adeuy…

    i’m falling in love with u….

    eh., eh..
    inget cabe…, cabe…

  66. @Icus:

    Ah, gw selalu nggak suka sebutan VMJ. Anyway, apa yang lo pikirin salah Cus, ini nggak ada sama sekali hubungan’a dengan itu. Ini cuma soal pemikiran kok.

  67. @icus
    wah, jahat kali itu dosen…
    temen arin juga pernah digituin, ngumpulin makalah tentang penelitian apalah itu, eh dia lempar di depan muka temen arin, gara2 telat ngumpulin gitu yah…
    sadis lah, tapi itu pembelajaran yang paling ngasih efek jera! :)

    padi bisa nyanyi mah udah ada cus, yang lagunya
    “ooohh… sobat, maafkan aku mencintainya, aku ta bermaksud membuatmu sungguh… ta.. berarti… oo… sobat ….” dst lah…
    ada juga air bisa nyanyi… “melangkah sendiri di tengah gelap malam, hanya untuk mencuri jatuuh sinaran…”
    ujung2nya mereka konserlah di sawah, sama ijo daun (daun yang bisa nyanyi)
    “suara.. dengarkanlah aku, apa kabarnya, pujaan hatiku…. aku disini merindunya, masih mengharap, di dalam hatinyaaaa….aaa”
    apa lagi iyah?

    sok icus kamu mah di blognya jundi ga ngebelain arin da… nyebelin kamu mah ah…
    Umiii, si icusnya nakal tah Umiiiii!!!!!

    @jundi gebi
    kalian teh lagi falling in love?
    haduh haduh…
    ini ini arin nyanyi buat kalian…

    take my hand
    take my hold right through…
    coz I can’t help…
    falling in love… with you…..
    owu..o..uwoo…

    eh eh,
    ko aneh sih kalian jatoh cintanya barengan,,,
    ih… hati-hati….
    kalian jangan ke belanda berduaan yah…
    aduuuhh…… :P

  68. ya udah atuh geb, ga usah ngeles gitu lah…
    kalem kalem…

    eh?
    hmmfff…
    emmmfff….
    jiah!!!
    gwa bentar lagi mellow nih ah, males juga jadinya…
    humzzz…..

    ketika cinta bertasbih, nadiku berdenyut merdu…

    AAAAAAAARGHT!!!
    ingin nonton ketika cinta bertasbih saia….. :)

  69. @gebi
    aku bukanlah Superman
    aku juga bisa nangis
    jika kekasih hatiku
    pergi meninggalkan aku….

    santai geb…
    ckckck

    kita gak bilang2 deh kalo lo lagi kna VMJ..

    beneran geb gak akan bilang2 sama yang laen kalo lo lagi lope-lope

    @arin
    iya kan rin, kita mah gak akan bilang2 kalo gebi lagi VMJan..

    @nad
    nad..nad.. jangan bilang2 yah kalo gebi lagi lope-lope..

    @kinan
    nan, ssstttt!! ini teh rahasia yah, gebi teh lagi lope-lope…

    @jundi
    jun., kalo lagi rapat DS teh jangan bilang2 kalo gebi lagi VMJan..

    @mul
    mul..mul.., kita mah beneran yah gak akan bilang kalo gebi lagi lope-lope..
    sstttt!!! rahasia!

    @gebi lagi
    tuh geb, gw udah bilang kalo ini rahasia!

    hwakakakakak

    —***—
    @arin
    “ko aneh sih kalian jatoh cintanya barengan,,,
    ih… hati-hati….”
    wahahaha, no comment..

    ih, arin..
    jundi mah waktu itu beneran pengen bikin padi bisa nyanyi..
    padi yang di sawah itu tuh..
    ckckck

    eh, tapi gpp rin, besok si padi, ijo daon bikin konser bareng di kebon orang sama si cabe bisa nyanyi..
    jadi konser tersepektakuler sepanjang sejarah!!!!

  70. Icus :

    “—jun., jun., itu bikin program padi bisa nyanyi pake bahas apa jun??
    ckckck—”

    Uuwaah..inilah kata-kata yang sangat membangkitkan optimisme. Kapan ya gw berencana begini? Hoho. Bagaimanapun, lo telah mengingatkan gw untuk menjawab pertanyaan klasik gw tentang seberapa sia-sia–atau seberapa berguna–waktu yang habis pasca SMA. Proyek membuat padi yang bisa nyanyi itu mengagumkan tau, karena entah bagaimana, ada kata2 yang dibimbing oleh Allah, yang ketika diucapkan adalah keisengan, tapi pas dipikirin setelahnya, berubah jadi suatu alasan. Alasan paling primitif dari kehidupan pasca SMA gw yang sejauh ini masih menggelisahkan. Tentang Allah, Da’wah, pernikahan dan diri sendiri. Huhuhu.

  71. Arin:

    Tepatnya, mungkin, rindu terhadap penyerahan diri kepada Allah di tengah segala mimpi personal yang ujung2nya duniawi.

  72. Icus lagi:

    Bikin padi bisa nyanyi itu bukan artificial intelligence. Ya pokoknya padinya bisa ngomong dan sadar kalo dirinya ada dan berinisiatif buat ngomong. Gitulah, kan bagus jadinya.

  73. eh si gebi mah ga lagi lope2 tau..
    dia lagi sedih..
    dan tadi dia nangis…
    hiks…
    sabar geb sabar…
    pilihan yang sulit tadi tuh…
    bahkan jauh sebelum itu cewe2 07 udah sering bahas ini itu dan ga pernah nemu 1 kesimpulan siapa itu…udah sering geb,,terlalu sering bahkan…
    samapai tadi,orang yang bisa jamin bahwa kedepannya kaya apa itu cuma kamu,tepat seperti sms aku yang salah kirim geb,kamu tuh ga mau tapi semua jawaban kamu sangat meyakinkan,menjanjikan..
    bahkan diwaktu 15 diskusi itu 10 menit awal itu bukan kamu geb,sampai akhirnya 2 menit lagi itu baru kamu…
    kaget???pasti..di jawaban kamu tadi juga keliatan kalo kamu tuh pengen negasin bahwa kamu ga mau secara implisit tapi justru itu geb yang bikin anak2 malah yakin kamu bisa…

    sabar geb..Allah kan nguji hambaNya dengan cara yang ga akan diduga sebelumnya..
    berat??yah tetep harus dijalanin geb…
    mmm..keliatannya ngomong emang gampang tapi bingung da mau ngapain lagi…

    yakin..geb yakin aja..banyak yang mau bantu kamu..

    semangat!!!

    @all..
    gebi kepilih jadi ketua alhayaat…

    ga tau deh gebi nanti bakal kaya apa…semoga better dari kang pai..tetep jadi adk yang ga mau disebut ikhwan..tetp jadi kamu aja geb..ga usah berubah..

    duh mumet gini…

    oia ada yang bilang loh “duh gimana yah aku ko ragu akan keikhwanannya gibran??” hohoho…

    dan tadi kamu pake kata2 jundi yah???hahaha…
    dah ah tadi asa bukan kamu tau..

    apa emang ketua alhayaat ditakdirkan untuk menangis???ohhh tidak!!
    melihat laki2 nangis itu lebih sedih daripada liat cewe nangis..

  74. Assalammualaikum, wr. wb…

    I really want to say everything,
    but under my control, I really hard to tell what I mean….

    Basically, I really love blogging. Fortunately, I met some fantastic friends like you all. How really precious our meeting… for me!

    I was…
    Felt like nothing happened..
    Even if another peoples around me, with their respect and affections, said how really different I am

    I was…
    change….

    In d’ dark of d’ deepest my head… I forced myself to do something that I hate… But I should… Again, I do not want, but it must be happen!

    I… had
    decided, to stop write any comments in this or other blogs, over…
    Just sometimes I will write comment if need…

    I do not know, do I right or wrong?
    Do I make good or bad decision?
    Do I hurt anybody else, or I just hurt me?
    Just let it flow….

    Thanks 4 all, and I really sorry if I ever had any mistakes…..

    @icus
    Oke cus itu rahasia, oke!
    arin juga ga akan bilang kalo gebi lagi lope lope da….

    @nadia kinan
    hayu taruhan sampe kapan gwa bisa kaya gini?
    hayoh….

    @gebi
    Selamat yah geb….
    sok belajar jadi pemimpin yang bisa memimpin umat dan dirinya sendiri (maksudnya mah kalo udah jadi ketua buat orang banyak, jangan sampe kamu ngerugiin diri kamu sendiri *baca: IP turun, ckckckckck :) hayo hayo SEMANGAT pak Ketu!)

    @jundi

    Arin:

    Tepatnya, mungkin, rindu terhadap penyerahan diri kepada Allah di tengah segala mimpi personal yang ujung2nya duniawi.

    hmmfff… tepatnya saia sedang merindukan diri saia yang dulu, di tengah segala kesibukan yang hanya memberi saia kesenangan bias dan melupakan mimpi2 yang pernah saia miliki…
    Well..
    I’m missing myself and now I try my best to find and bring back it to me! :P

    @mul2 (if u read, even I’m not sure exactly, ckckck :P)
    thankz 4 giving me nice advisements….

    Miss you all…..

    Wassalammualaikum wr. wb….

  75. @gebi
    CONGRATULATION!!!!!!
    cepat pulang, dan selesaikan ldkr!!
    ckckck

    @arin
    arin., arin…
    ikut…

    @all
    setelah menghilangkan data2 di PC’n jundi, mau betapa selama beberapa hari dulu…

    @jundi
    iye, gw juga sangat terkagum2 dengan padi yang bisa nyanyi..
    dan gw juga sangat terkagum2 juga sama kesederhanaan lo yang cuma backup proposal ldkr..

    tetep jun, lo yang salah..
    siapa suruh cuma back up proposal ldkr doang..
    huehehehe

  76. @ icus,,
    iya cus, aku ga akan bilang siapa2 kalo gebi lagi kena VMJ…

    si arin juga tuh kayanya sedang terserang VMJ,,, lagi!!!
    tapi entah pada siapa

    @ nad,
    jaket udah diambil nad??
    lalu kapan kita bertemu???
    kebanyakan strategi lu…

    @ arin,
    lu memalukan kawan…
    untung itu si bunda…

    kalo pembimbing ta gua gimana coba…
    bisa2 lu diceramahin selama sejam…

    pesan moral: kalo mau masuk kelas orang atau kelas adik kelas…
    liat dulu ada dosennya apa ga…

  77. Bertuturlah cinta mengucap satu nama
    Seindah goresan sabda-Mu dalam kitabku
    Cinta yang bertasbih mengutus hati ini
    Ku sandarkan hidup dan matiku pada-Mu…

    sepi euy..

    @gebi
    geb..geb..
    lo kaya siapa yah geb, yang pas di kasih kursi kepemimpinan malah nangis…

    gw gak nyangka lo segitu berperasaan’n biasa’n kan enggak..
    ckckckck

    @arin
    arin??

  78. mau ke gebi lagi..

    proposal tadi udah di ajuin, gw punya banyak gosip..

    sebagian bagus, sebagian jelek..

    Bisikkan doaku dalam butiran tasbih
    Ku panjatkan pintaku pada Maha Cinta
    Sudah diubun-ubun cinta mengusik rasa
    Tak bisa ku paksa walau hatiku menjerit

  79. berita buruk
    1. tanggal 20 juni udah di pake buat tour kelas x n xi
    2. sekolah gak mau ngeluarin dana, jadi di suruh pake kas rohis aja…
    3. kata’n pak polo resign dari skul
    4. sama mr.G rohis di ancam akan di bubarkan
    5. kita bergerak sangat lamban dan seperti’n akan mengalami kesulitan buat nyari dana, coz anak2′n udah mau libur, gmana mintain’n coba??? kecuali seperti biasa, kalian para pria harus bekerja ekstra…
    6. dan yang terburuk adalah, hari itu sangat sulit menemui mrG..ckckck

    berita baik
    1. selama PMO tetep di berikan, materi boleh di perluas termasuk harokatul islam, fenomena da’wah di luar dan di dalam punksud atau materi lain asal tidak sesat dan menyesatkan.
    2. kalo buget memadai kita boleh bikin acara di luar.
    3. rohis gak usah di tutor lagi, stimulus dari mrG untuk membubarkan rohis bekerja sangat efektif…
    eh..,eh.. mading gua jadi bagus lho…, lebih bagus dari zaman gw..hahahaha
    4. mrG menyarankan tanggal 1,2 atau 3 juli.

    saran: syuro minggu ini sebaik’n mengikut sertakan pihak rohis…

    @arin, nad n kinan
    where are u pren??

  80. halo semua…
    hahaha…
    duh sibuk pisan jadi panitia ppn…
    cape sebenernya jadi aja nda bisa ol….
    hahahaha…..

    @geb…
    geb kayanya aku terlalu sayang ama mereka da…sayang sekali…sangat sayang…tapi itu parah…karena aku jadi suka ama personalnya juga…
    hiks…
    geb masa aku suka ama anak 08 geb???omg….

    all…
    hidup…ga selamanya seperti apa yang kita inginkan…

  81. Wah2, nad nad. Cinlok gitu uy.

    Siapa emang anak 08-nya? Bentar, kayanya gw bisa nebak deh.

  82. ih geb2…kayanya kamu salah nebak deh geb..bukan dia da…
    itu tuh anak mentoring kamu da..yang digosipin ama wa2..hahaha…
    tapi enggalah geb ga cinta cuma sayangnya kaka ke adik…hahaha..

    all..

    aku kangen banget da ama kalian….

  83. Nah kan, sesuai tebakan pisan, emang keren lah gw.. Jiah jiah, tetep si itu lah ya nad..

  84. huff, assalamu’alaikum..
    banyak ya yg post comment..
    gw tertarik dengan technopreneurshipnya, khususnya yg lw tulis,,
    ada satu lagi bagaimana jiwa enterpreneuship bisa tumbuh menggeliat : in pressure condition
    hidup di bawah tekanan..tekanan ekonomi pastinya..
    atau sebagai org tak berpunya..
    di sini, kebanyakan org punya kekuatan bertahan hidup dengan ber enterpreneur..
    technoprnrship,, emg lg semarak..

    bisa dicoba dr kekuatan bertechnology nya,,

  85. gimana kamu ga bisa nebak geb…ciri2nya jelas gitu…

    aku mau nanya da geb..tapi takut sebenernya nanya disini teh..tapi gpp deh..
    -apakah akan ada perbedaan kamu yang sekarang dengan kamu saat jadi ketua alhayaat nanti??
    -trus bisnisnya gimana geb,jadi tak?
    -satu lagi..kamu yang bayarin pin alhayaat bukan???hoho..soalnya aneh tiba2 udah ada yang bayar dan ga ada yang ngaku cewe2nya…
    tambahan..”tetep si itu lah ya nad..” aku ga tau siapa si itu teh da banyak pisan si itu untuk aku mah..tapi bakal aku jawab..ga akan tetep geb, harus berubah dan ga akan si itu lagi sebutannya tapi si abi..hoho..ga sangka udah tingkat 3,tingkat 3 kawan..dan kamu taulah hal apa yang paling sering aku umbar tentang tingkat 3,jadi harus serius ini mah…hahahaha…amin!!!!

    **hiks kenapa udah tingkat 3 lagi??

  86. Apakah ada perbedaan? Ya, jelas, pasti, harus, kan saya nggak mau rugi, jadi harus selalu ada perubahan berupa progresifitas. Harus. Jadi ketua Al-Hayaat ataupun nggak.

    Bisnis, tetep, tunggu modal, santai lah..

    Soal pin, Bukan, itu mah si Oya yang bayar.

  87. otak dagang dasar…
    jadi ketua kan bukan dagang dodol…
    ya baguslah..bagus…

    dasar si oya…ga mau ngaku tuh orang hahaha…
    dan emang ga ngarep kamu juga da..cuma mau ganti itu uangnya sapa…
    sip thx!!!

  88. seminar ku ditunda…

    hiks…hiksss…

    roman2nya
    ditunda jadi jum’at,,
    ah…
    gagal untuk rileks…

    @ arin & nad,

    eh kalo seminarnya jadi hari jum’at,
    nginepnya jadi jum’at ajah yah??
    jangan kamis…
    biar nyantai gitu pas nginepnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s