I. Dasar Pemikiran
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali-‘Imraan 04)
Rohis SMA Islam PB. Soedirman 2 Bekasi (selanjutnya disebut Rohis) adalah sebuah dunia tersendiri. Sebagai suatu entitas tersendiri, terjemahan populer dari istilah “Rohis” sendiri tidak cukup untuk mendefinisikan kelengkapan Rohis. Seseorang memerlukan definisi yang melibatkan unsur-unsur spesialnya untuk menjelaskan Rohis secara hakiki. Yang tidak kita harapkan hanyalah sebuah paradoks yang sangat menyakitkan, kisah tentang seorang Perawan tua, atau Benua Amerika tanpa para penjelajah Arab.
Bertahun-tahun sejak didirikan, secara menggembirakan Rohis mampu bertahan dengan status eksklusifitasnya : bahwa dalam perjalanannya yang masih muda, Rohis masih mampu menjadi akar, batang, dahan, ranting, daun dan buah bagi dirinya sendiri. Rohis mampu bertahan untuk tidak disubordinatkan dibawah suatu Hierarki antah-berantah diluar sana dan mengoperasikan agenda kerjanya dibawah suatu motif yang diinstruksikan. Sungguh suatu syukur yang besar ke haribaan Allah bahwa Rohis masih selugu sejak terakhir kali kita melihatnya, dan siap untuk dihitamkan sehitam-hitamnya atau putih secemerlang-cemerlangnya. Hitam atau Putih?
Dalam keluguannya, Paradoks yang kita takutkan adalah jika kertas putih itu tetap putih seperti sediakala tanpa cemerlang, ketika seseorang berhasil mempertahankan keperawanannya ditengah gejolak liberalisme sosial namun tanpa pernah menikah atau tentang benua Amerika, daratan jutaan kilometer persegi yang membujur tersiakan jika saja para penjelajah Abbasiyyah abad 10 tak mampu mencapainya sebutir pasirpun.
Ketika aktivitas Dewan Syuro’ (DS) sampai kepada analisis mengenai faktor-faktor yang menyebabkan lambatnya perkembangan Rohis-jika dapat dikatakan demikian-ditemukan faktor-faktor absennya Orientasi Dasar mengenai da’wah, kesinambungan rekrutmen dan pembinaan kader yang kualitatif dan bahkan kemampuan dasar Organisasional yang semua itu mengikutsertakan absennya kultur kerohispangsudan yang sangat dibutuhkan untuk menghidupi institusi Rohis yang berda’wah dan khas.
Adalah sebuah kenyataan sederhana yang mengerikan ketika kita menyadari bahwa sejak dibentuknya, Rohis belum menggariskan Orientasi dasarnya, suatu paradigma dasar Kerohispangsudan yang formalitasnya mencerminkan kulturalitasnya apa adanya. Jika dicari koherensinya, hal ini merupakan suatu kelaziman mengingat tiadanya Orientasi dasar (filosofis) yang dipegang, dilengkapi dengan keterampilan organisasional yang minimalis. Solusi dari absennya hal-hal vital yang mendasar ini adalah pendidikan, sebuah Diklat Kerohispangsudan yang kualitatif, orientatif dan sepenuhnya relevan.
Demi mengakhiri fase kekosongan vitalitas yang diderita Rohis selama ini, Latihan Dasar Kerohispangsudan (LDK) merupakan alternatif solusi yang potensial. Diperkaya dengan orientasi mengenai Islam dan Da’wah; signifikansi fungsi Rohis, kajian Sosial, Behavioral dan Lingkungan; pelatihan kemampuan-kemampuan Organisasional serta pencerahan mengenai keluhuran intelektualitas, LDK diproyeksikan mampu menyuplai nutrien yang diperlukan bagi tumbuh-berkembangnya Rohis yang sehat, prospektif, bermanfaat dan tentu saja, berda’wah dan khas.
II. Definisi
Latihan Dasar Kerohispangsudan (LDK) adalah Isra’ Orientatif terhadap nilai-nilai Islam dan Da’wah, signifikansi Rohis, kajian Sosial-Behavioral-Lingkungan, pelatihan Organisasional dan pencerahan mengenai keluhuran intelektual diperkaya dengan Mi’raj kualitatif menuju kebermanfaatan seluas-luasnya.
III. Deskripsi
LDK adalah Diklat yang dikelola diatas falsafah “Isra’ Orientatif terhadap nilai-nilai Islam dan da’wah, signifikansi Rohis, kajian Sosial-Behavioral-Lingkungan, pelatihan Organisasional dan pencerahan mengenai keluhuran intelektual diperkaya dengan Mi’raj kualitatif menuju kebermanfaatan seluas-luasnya” dengan komponen teknis :
a. Pembeberan orientasi dasar mengenai Hakikat ajaran Islam dan kaitan tak terpisahkannya dengan Da’wah yang dibagi kedalam kuliah-kuliah mengenai :
1. Tauhid : Hakikat ajaran Islam
2. Da’wah : Makna, Fiqih, Realitas dan tuntutan Kontemporer
3. One Stop Islam
b. Pembeberan orientasi mengenai “Rohis” dan korelasi Pangsudiyyah-nya yang dibagi kedalam kuliah-kuliah mengenai:
1. Fenomena Harokatul Islam : Falsafah dan Hikayat
2. Fenomena “Rohis” di Indonesia : Falsafah, Hikayat dan tantangan di masa depan
3. Jejak Rohis Pangsud dalam Dokumentasi Sosial
4. Studi Sosiologi Pangsud
5. Studi Psikologi Pangsud
6. Studi Ekologi Pangsud
c. Pelatihan Kemampuan Organisasional yang meliputi kegiatan-kegiatan :
1. Kuliah “Organisasi Qurani” (Meliputi falsafah, fungsi/ arti stategis, bentuk dan perkembangan struktural)
2. Studi AD/ ART
3. Pelatihan Komunikasi Publik
4. Pelatihan Penyusunan Proposal
5. Pelatihan Teknik Memimpin Sidang
6. Pelatihan Teknik Melobi
7. Pelatihan Manajemen Konflik
8. Simulasi
d. Pemutaran Film dan Studi Kasus dengan kualifikasi :
- Kepemimpinan
- Kemanusiaan
- Perubahan
- Mimpi
e. Interaksi “Intellectual Enlighten”, interpersonalitas sekaligus Self-Dialogical spot massal tentang makna mulia Intelektualitas.
f. Outbond
III. Slogan
“Berda’wah dan Khas”
IV. Bentuk Kegiatan
a. Nama Kegiatan : Latihan Dasar Kerohispangsudan 1(LDK-1)
b. Waktu Kegiatan : Januari 2009
c. Tempat Kegiatan : Puncak, Bogor, Jawa Barat
d. Penyelenggara :Rohis SMAI PB. Soedirman 2 Bekasi bekerjasama dengan Dewan Syuro’ (DS) Rohis SMAI PB.Soedirman 2 Bekasi.
V. Penutup
Betapa besarnya efek kalimat besar dari lisan seorang manusia besar. Pada hari ini, seorang yang telah meninggal nyaris lima belas abad yang lalu, Rasulullah SAW meninggalkan teladan-teladan (Sunnah) redaksional yang bahkan dapat menginspirasi kita untuk merekonstruksi keberadaan dirinya yang signifikan. Mengapa kalimat, dan mengapa Da’wah adalah kalimat?
Bagi para Psikolog Kognitif, verbalitas adalah perwakilan terbesar dari kecerdasan. Pada berbagai warisan kebudayaan, kasta berbahasa menunjukkan sebatas apa seseorang beradab dan berbudaya, sementara di Baghdad, tentara adikuasa Tartar yang tak dapat dihalau secara militer akhirnya takluk oleh hulu-hulu tajam kalimat para juru Da’wah di abad ke-13. Nyata-nyata, Da’wah demikian koheren dengan kalimat dan kecerdasan.
Hitam atau Putihnya Rohis adalah hitam atau putihnya realitas Da’wah di SMAI PB. Soedirman 2 Bekasi. Untuk bergerak dalam kesadaran Sosial, Psikologis dan Ekologis konstituen Da’wah Pangsud dan sistem yang melingkupinya, Rohis yang “berda’wah dan khas” dengan kualifikasi yang telah dikatakan diatas, ditambah dengan studi yang valid dan preskriptif mengenai Sosiologi, Psikologi dan Ekologi Pangsud terdengar sempurna.
Pada hakikatnya, LDK adalah upaya yang kualitatif berbasis alokasi waktu yang begitu sempit. Batang tubuhnya disesaki oleh materi-materi yang ambisius dan harapan yang mengiringinya adalah harapan mulia untuk memutus garis kerenggangan orientasi dasar Da’wah dan kompetensi organisasional yang dialami Rohis sejauh ini. Slogan “berda’wah dan khas” adalah slogan yang secara cermat telah diperhitungkan komprehensifitasnya untuk mendefinisikan Rohis.
Kualifikasi yang mendeskripsikan slogan “Berda’wah dan Khas” telah diuraikan kedalam materi, kuliah, pelatihan, simulasi dan outbond pada batang tubuh LDK. Dengan iringan tawakkal, akankah kita merilis profil bari dari Rohis?
Wallahu a’lam bishawwab.





Download Software AL-QUR’AN Pro Ver. 3.0
Al-Qur’an lengkap 30 juz ( 114 Surat + teks & terjemahan (Arab/English/Indonesia))
Tafsir Quran Lengkap, Penunjuk waktu sholat, 21 bahasa terjemahan Al-Quran, Al-Qur’an Audio with Voice of Shaikh Sudaish (Imam Mecca).
Download Gratis Sekarang . Link Download http://www.ziddu.com/download/3082887/Al-QuranProVer.3.0.exe.html
Oleh: Gus Dur on Januari 11, 2009
at 8:00 pm
yee!!!!
akhir’n jadi juga LDKR! ^_^V
Oleh: icus on Januari 12, 2009
at 9:05 am
basanya berat2 ka gib..
akhir januri ldk di puncak!
setuju?
setujuuuuuuuuu..
palu diketok ‘tok tok tok’
Oleh: saphiemooo on Januari 18, 2009
at 9:46 pm
Subhanallah… Tulisannya akhir2 ni berat-berat… Tapi semangat! Insya Allah Karafuruworld menyusul! (atau di Karafuruislam aja, ya? Gimana ntar deh…)
Hm… Btw, antum terpilih untuk mengerjakan ‘pe-er’. Mau tau pe-ernya apa? Tengok di blog ana yang judulnya diawali kata Pe-eR…
Selamat mengerjakan, akh…
Oleh: karafuruworld on Januari 21, 2009
at 3:00 pm
hebat terusin!!! jangan berhenti berdakwah…
bangun peradaban dengan tangan kalian…………..
majuuuuuuuuuuu…..
majuuuuuu
Oleh: bejo on Februari 1, 2009
at 9:38 am
geb.., geb..
jangan panik geb, jangan panik!!
bulan mei masih seminggu lagi!!!
tp LDKR’n, sebener’n yang bener2 bener, yang paling bener, jadi gak sih??
tak ada pergerakan nampak’n?
Oleh: icus on April 27, 2009
at 8:04 am
hohoi, LDKR…
Oleh: icus on April 27, 2009
at 2:41 pm
beneran ada ni ldkr na??
Oleh: seftyan vendi on April 29, 2009
at 7:48 pm
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Salam kenal dari kami Zero Management
semoga kita bisa saling kerjasama, silahkan mengundang kami…
Arief M Gibran
02199278006
Oleh: Zero Nasheed on Desember 15, 2009
at 3:18 pm
Maju Soedirman 2, hamasah buat Mr. Ponidjan dkk
Oleh: Rizki Aji on Januari 6, 2010
at 5:13 pm
Wuih, konten acaranya berbobot banget ye. Klw di rohis skul ane kyknya masih kurang deh…
Oleh: Alfisyahrin on Maret 13, 2010
at 11:03 am
af1 ne, numpang lyt2 y, mw bkin konsep juga…jzk
Oleh: riefa on September 20, 2010
at 10:02 am